Poskoe

PARTISIPASI MASYARAKAT

Posted by: poskoe on: 29 April 2011

DATA PARTISIPASI MASYARAKAT dapat diunduh

DI SINI :  BPM (Data Partisipasi)_r2

Posted by: poskoe on: 11 June 2009

free counters

IQ.. EQ.. SQ.. ?

Posted by: poskoe on: 19 March 2009

qq

Saat ini masih hangat-hangatnya membicarakan tentang “penusukan” yang dilakukan oleh seorang mahasiswa terhadap profesornya, yang berakhir tragis. Mahasiswa tersebut akhirnya mengakhiri nyawanya. Tapi saya tidak akan membicarakan lebih lanjut tentang kejadian tersebut secara detail. Namun, apa hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini. Mari kita kaji bersama.

IQ, EQ dan SQ

Berprestasi secara akademik sangat identik dengan kecerdasarn intelegensia (IQ = Intelegence Quotiens). Tes ini mengukur intelejensia rasional (digunakan untuk menyelesaikan masalah logikal) dan intelektual, yang sudah diakui bertahun-tahun sejak di awal abad 20. Di masyarakat, kadang-kadang malah ”orang bodoh” sering dikatai dengan IQ jongkok, jika tak paham akan sesuatu. Sebaliknya, seorang orang tua akan sangat membangga-banggakan anaknya jika ber-IQ 200 lebih. Tapi apakah ini cukup?

Ternyata IQ tidaklah cukup untuk menggambarkan kecerdasan. Sejak pertengahan tahun 90-an, Daniel Goleman menjabarkan penemuannya dalam neuroscience dan pschycology tentang pentingnya kecerdasan emosional (EQ = Emotional Quotiens). Malah sekarang ini di prasyaratkan IQ harus dibarengi dengan EQ. Karena EQ menggambarkan hubungan perasaan kita baik berupa empati, motivasi, dan iba dengan lingkungan sekitar.

Namun lebih lanjut, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ = Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2000, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence, Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti dari segala intelejensia. Kecerdasan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Dengan adanya kecerdasan ini, akan membawa seseorang untuk mencapai kebahagiaan hakikinya. Karena adanya kepercayaan di dalam dirinya, dan juga bisa melihat apa potensi dalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangannya. Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu. Intelejensia spiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan tentu saja dengan sang maha pencipta.

Keseimbangan

Jadi, belajar dari saudara kita, prestasi akademik bukanlah satu-satunya tujuan hidup. Tapi bagaimana menyeimbangkan semua sendi-sendi kehidupan, termasuk bersosialisasi bisa berjalan seirama. Sebagai umat beragama, jauh sebelum teori IQ EQ dan SQ, kita pastinya sudah diajarkan bagaimana kita berhubungan dengan sesama manusia, dengan lingkungan dan tentunya dengan maha pencipta. Jangan pernah kita lupa, bahwa masih ada dunia diluar sana. Dunia yang akan membawa kebahagiaan..

Src : Hawis Madduppa at www.netsains.com

Foto terhadap Cinta

Posted by: poskoe on: 19 March 2009

humanlove

Perempuan dapat mengetahui perilaku lelaki terhadap hubungan cinta, demikian sebalikanya, hanya dengan melihat wajah mereka. Demikian menurut penelitian terbaru yang memberikan pengertian pada atraktivitas pasangannya.

Kajian yang dilakukan Universitas Durham terhadap 700 partisipan heteroseksual juga menemukan bahwa pria dan perempuan muda mencari hal-hal yang kontradiktif ketika mencari hubungan dengan lawan jenis.
Pria pada umumnya lebih menyukai perempuan yang terbuka terhadap hubungan cinta jangka pendek, namun perempuan biasanya tertarik pada pria yang memiliki potensial supaya dapat memiliki hubungan jangka panjang.
Para ilmuwan mengatakan, bahwa penelitian ini menunjukkan kemampuan orang untuk mempersepsi berdasarkan hubungan yang mereka inginkan. Kajian ini adalah langkah signifikan terhadap pemahaman evolusi pemilihan pasangan hidup, menurut tim riset dari Durham, St Andrews, dan Universitas Aberdeen.
Partisipan ditanyakan untuk menilai atrativitas dan perilaku terhadap hubungan cinta dari lawan jenis, dengan melihat foto wajah. Penilaian persepsi ini kemudian dibandingkan dengan perilaku aktual dari individu di foto, yang dapat ditentukan dengan quosioner. Orang yang di foto semua berada di umur awal 20an.

Menilai Foto

Eksperimen ini menemukan bahwa pria dan perempuan yang mengambil bagian pada umumnya dapat menilai dari foto, siapa yang lebih tertarik pada hubungan cinta jangka pendek. Pada sampel studi pertama dari 153 partisipan, 72 persen dari mereka secara tepat mengidentifikasi perilaku dari foto lebih dari setengah waktu yang diberikan. Bagaimanapun, setelah ditanyakan lebih lanjut, partisipan ternyata tidak selalu yakin dengan penilaian mereka.

Penelitian ini, yang dipublikasi di Evolution and Human Behavior, juga menemukan bahwa perempuan yang terbuka pada hubungan cinta jangka pendek biasanya dilihat oleh lawan jenis sebagai lebih atraktif, walaupun peneliti tidak dapat menentukan lebih lanjut mengapa. Pria yang terbuka terhadap hubungan jangka pendek biasanya ditunjukkan sebagai lebih maskulin, dengan fitur wajah berahang kotak, hidung besar, dan mata yang lebih kecil. Penemuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim Durham, yang menemukan bahwa perempuan melihat pria maskulin sebagai tidak setia dan orang tua yang buruk.

Pengarang utama Dr Lynda Boothroyd dari Departemen Psikologi Universitas Durham berkata: “Hasil kami menunjukkan bahwa, walaupun beberapa orang dapat menilai strategi cinta dari yang lain hanya berdasarkan melihat wajah, mereka juga tidak terlalu yakin terhadap penilaian mereka, karena signal yang tidak jelas. Namun preferensi terhadap berbagai tipe wajah ternyata sangat kuat”. “Ini menunjukkan bahwa impresi awal ini dapat menjadi bagian dari bagaimana kita menilai calon pasangan atau calon musuh, ketika kita pertama kali bertemu dengan mereka. Ini akan memberikan waktu lebih untuk mengetahui orang tersebut, dan setelah mengetahui mereka lebih baik, penilaian dapat berubah sesuai umur’.

Dr Ben Jones, dari Lab riset wajah Universitas Aberdeen, mengatakan “ Banyak dari kajian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dapat menilai orang lain dari wajah mereka, termasuk kesehatan, bahkan sifat tertentu seperti pemalu atau tidak, namun ini adalah kajian pertama yang menunjukkan bahwa orang juga sensitif terhadap signal wajah yang tidak jelas terhadap tipe hubungan romantis yang diinginkan.”

Bukan Hanya Penampilan

Profesor David Perret dan Universitas St Andrews mempertanyakan: “Walaupun wajah dapat memberikan petunjuk pada perilaku hubungan cinta, pria tidak boleh mengasumsikan bahwa hubungan yang diinginkan hanya berdasarkan penampilan belaka, karena pilihan perempuan itulah yang paling penting. Bahkan sebagian besar perempuan berpendapat bahwa pria bertampang playboy sama sekali tidak menarik untuk hubungan jangka pendek ataupun jangka panjang’.

Dalam kajian, partisipan juga ditunjukkan pasangan foto dari pria dan perempuan yang berusia di awal 20an dengan dua perilaku yang berlawanan terhadap hubungan cinta. Partisipan diminta untuk memilih wajah mana yang mereka rasakan dapat lebih terbuka terhadap hubungan jangka pendek, hubungan satu malam, dan ide terhadap seks tanpa cinta.
Mereka juga ditanyakan wajah yang mana menurut mereka yang paling menarik untuk hubungan jangka panjang atau jangka pendek, mana yang lebih maskulin atau feminin, dan mana yang menurut mereka secara umum atraktif.

Penelitian ini didanai oleh Konsil riset medis dan Konsil riset sosio-ekonomi. Diadaptasi dari material yang diberikan oleh Universitas Durham.

Diterjemahkan dari:
Durham University (2008, April 9). Attitudes Towards Sexual Relationships Can Be Judged From Photos Of Your Face. ScienceDaily.

Src : Arli Aditya Parikesit at www.netsains.com

Makanan Pemacu Ingatan

Posted by: poskoe on: 19 March 2009

tts

Dalam otak manusia terdapat satu triliun sel otak termasuk 100 miliar sel saraf aktif (neuron) dan 900 miliar sel lain yang merekatkan, memelihara dan menyelubungi neuron. Setiap satu dari 100 miliar neuron tersebut dapat tumbuh bercabang hingga sebanyak 20.000 cabang (dendrit).

Cabang yang seperti sebuah pohon ini berfungsi menyimpan informasi. Kehebatan lain: sel otak aktif mampu membentuk koneksi (sinapsis) dengan kecepatan luar biasa (3 miliar per detik!). Koneksi tersebut adalah kunci kekuatan otak. Salah satu cara mempertahankan koneksi yang baik tersebut adalah dengan memperhatikan asupan gizi sehari-hari, berikut adalah sepuluh besar makanan pemacu ingatan:

  1. Ikan: (terutama ikan air tawar seperti salem, trout, tuna, herring, makarel dan sarden) banyak mengandung lesitin (kolin), fenilalanin, asam ribonukleat, tirosin, DMAE, vitamin B6, niasin/B3, tembaga, protein, seng, asam lemak omega-3 (DHA), vitamin B12.
  2. Telur: mengandung fenilalanin, lesitin (kolin), vitamin B6, vitamin E.
  3. Kedelai: mengandung lesitin (kolin), asam glutamik, fenilalanin, vitamin E, besi, seng, protein, vitamin B6.
  4. Daging sapi tanpa lemak: mengandung fenilalanin, lesitin (kolin, asam glutamik, besi, seng.
  5. Hati ayam: mengandung tirosin, vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, protein, zat besi.
  6. Gandum: mengandung lesitin (kolin), asam glutamik, vitamin B6, magnesium, vitamin E, vitamin B1.
  7. Ayam: mengandung fenilalanin, vitamin B6, niasin/B3, protein.
  8. Pisang: mengandung tirosin, magnesium, potassium, vitamin B6.
  9. Produk susu rendah lemak: mengandung fenilalanin, tirosin, slutamin, protein, ALC, vitamin B12
  10. Alpukat (avocado): tirosin, magnesium.

Sumber: The Great Memory Book by Karen Markowitz and Eric Jensen

Src : Haryo Sedewo at www.netsains.com

Fenomena terhadap Sains

Posted by: poskoe on: 19 March 2009

fenomena

ALLAHU AKBAR

Ilmu pengetahuan memang menakjubkan..

Mampu menyibak beragam misteri kehidupan. Mencari energi alternatif, mengobati penyakit, menjelajah antariksa, bahkan menciptakan mahluk hidup buatan. Semua keajaiban sains itu membuat kita terheran-heran.

Tapi tidak semua misteri kehidupan bisa dipecahkan. Masih banyak fenomena lain yang belum dapat terjawab oleh ilmu pengetahuan. Livescience.Con mencatat ada 10 fenomena yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Apa saja itu? Mari kita simak. Siapa tahu Anda mau menambahkannya.

  1. Dengungan Taos Penduduk dan pengunjung kota kecil Taos di New Mexico selama bertahun-tahun diganggu oleh dengungan aneh. Suara berfrekuensi rendah tersebut mengumandang di sepanjang udara gurun pasir. Uniknya, hanya 2 persen dari penduduk setempat yang mendengar suara itu. Sebagian orang meyakini suara itu disebabkan oleh getaran yang tidak biasa. Hingga hari ini misteri dengungan aneh ini belum jua terpecahkan.
  2. Bigfoot. Selama puluhan tahun dilaporkan temuan mahluk besar berambut, berkaki besar dan meninggalkan jejak di sepanjang daerah di Amerika. Bahkan ada saksi matanya juga. Lucunya, tidak ada temuan berupa potongan organ tubuh sama sekali. Hanya berupa rekaman foto dan film. Sama dengan monster Loch Ness, Bigfoot oleh mayoritas orang dianggap hanya mitos. Secara ilmiah belum terbuktikan keberadaannya.
  3. Intuisi Sebagian orang menyebutnya “indra keenam”. Nyaris semua orang pernah berpengalaman menggunakan intuisinya baik sengaja maupun tidak. Misalnya saat kita merasa ada sesuatu yang salah, ternyata benar. Kajian psikologi menganalisanya sebagai kemampuan manusia mengenali suatu peristiwa dengan mengumpulkan informasi sekitar. Kita bisa tahu tentang sesuatu tanpa paham bagaimana caranya. Tapi belum ada jua penjelasan yang dapat diterima di dunia sains tentang ini.
  4. Menghilang Secara Misterius Manusia bisa hilang karena banyak alasan. Melarikan diri, kecelakaan, terbunuh, dan masih dapat ditemukan. Namun ada beberapa kasus dimana orang menghilang secara misterius. Sebut saja sejumlah kru kapal Spanyol Marie Celeste, Jimmy Hoffa, Amelia Earthart dan Natalee Holloway. Nama-nama tersebut adalah orang yang menghilang tanpa jejak. Belum ada juga penjelasan ilmiah tentang misteri ini.
  5. Hantu Dari karya Shakespeare, Machbet, sampai aneka acara televisi terkini, selalu menceritakaan adanya roh orang yangsudah meninggal. Di seantero dunia, perbagai negara, orang percaya adanya hantu. Pemburu hantu serta teknologi paling anyar mencoba menjelaskan secara ilmiah tentang mahluk tersebut. Sayang, masih belum ada penjelasan yang dapat diterima dengan pengetahuan manusia.
  6. Déjà vu Berasal dari bahasa Perancis yang artinya “pernah terlihat”, déjà vu adalah peristiwa dimana kita merasa pernah mengalami kejadian yang sama di masa silam. Nyaris semua orang mengalaminya. Ada yang menganggap sebagai pengalaman di kehidupan sebelumnya. Para psikolog mencoba menjelaskannya secara naturalistik. Tapi kejadian ini tetaplah misteri.
  7. UFOs Tak bisa disangkal bahwa begitu banyak orang bersaksi melaporkan keberadaan Unidentified Flying Objects (UFOs), Dari piring terbang hingga mahluk berkepala botak dengan mata memanjang. Para astronom percaya bahwa meteor berasal dari angkasa luar. Namun apakah ada mahluk hidup di luar sana? Sebuah pertanyaan yang belum dijawab oleh sains.
  8. Pengalaman Nyaris Mati dan Hidup Sesudah Mati Di Indonesia dikenal istilah mati suri, mati sesaat lalu hidup kembali. Ternyata kejadian ini dialami oleh manusia di semua benua di dunia. Pengalaman ini rata-rata berkisah tentang sinar yang menyilaukan yang dijumpai saat menuju ke alam baka. Kaum skeptis menganggapnya hanya sebagai halunisasi. Orang yang relijius meyakini bahwa sinar itu adalah Tuhan. Penjelasan ilmiahnya? Belum ada.
  9. Kekuatan Psikis Ini adalah kekuatan yang melebihi intuisi, dimana orang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Sebagaian mendapatkan dari mimpi atau mendadak mendapat pengelihatan tentang apa yang akan terjadi. Di Indonesia dikenal sebagai paranormal atau dukun atau peramal. Kekuatan ini juga belum dapat dianalisa secara sains.
  10. Hubungan Tubuh dan Pikiran Ilmu kesehatan memang mempercayai bahwa pikiran kita sangat mempengaruhi kondisi fisik. Pada efek plasebo misalnya, mendemonstrasikan bagaimana suatu penyakit dapat berangsur membaik dengan cara si pasien memikirkan hal-hal positif. Atau penderitaan mental yang justru memperburuk kondisi kesehatan. Tapi sampai sekarang ilmuwan belum mampu menjelaskan detail ilmiah hubungan antara pikiran dan tubuh kita.

Src : Merry Magdalena at www.netsains.com

Sudahkah Anda berpelukan hari ini.. ?

Posted by: poskoe on: 19 March 2009

Berpelukan Mencegah Serangan Jantung..?

hugs

Sebuah pertanyaan sederhana, kapan Anda terkahir berpelukan dengan orang yang Anda kasihi? Survey menyatakan bahwa hanya 2 dari 10 orang di dunia yang memeluk orang yang dikasihi dengan penuh makna – tidak a la kadarnya. Hal ini tampaknya menjadi beban tersendiri buat Juan Mann dari Sydney, Australia. Dengan bermodalkan sebuah papan bertuliskan Free Hugs ‘nangkring’ di sebuah mall di Sydney. Dibantu dengan berbagai media seperti YouTube dan sebuah band, SickPuppies, yang memasukkan Free Hugs dalam video klipnya, Free Hughs menjadi suatu kegerakan anak muda di dunia. Berangkat dari sebuah ide kecil bahwa setiap orang membutuhkan pelukan. Memang ada betulnya, kita dalam kehidupan dunia modern sudah terbuai dalam segala kesibukan kita hingga mengisolasi diri kita – membuat kita kesepian. Free Hugs Movement, kini merambah ke setiap negara, Taiwan, Korea Selatan, Jerman, Inggris bahkan Belanda.

Menyehatkan

Di Indonesia, gerakan ini mungkin masih sedikit kontroversial karena masalah agama dan budaya setempat. Terlepas dari itu semua, sekelompok mahasiswa Indonesia bersama teman-teman kampusnya baru saja mengikuti kegerakan ini di Arnhem, Belanda. Max E. Mandias, salah satunya, ia mengungkapkan bahwa kegerakan ini adalah kegerakan damai. Sebuah usaha untuk menunjukkan bahwa kita peduli dengan orang lain. Daripada demonstrasi, tawuran, atau mogok makan, sebuh pelukan bias menjadi alternatif yang menarik.

Dari sisi sains, lebih menarik lagi. Karen Gawen dari University of North Carolina-Chapel Hill melakukan serangkaian eksperimen mengenai pelukan. Ternyata sebuah pelukan yang lebih dari 20 detik dalam sehari mampu menyehatkan tubuh. Pelukan menstimulasi stabilisasi metabolisme tubuh dan meningkat hormon oksitosin yang mampu melindungi dari penyakit jantung.

Src : Hosea Handoyo at www.netsains.com

Misteri Otak Manusia

Posted by: poskoe on: 19 March 2009

otak

Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.

Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.

1. Kesadaran

Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.

2. Hidup Membeku

Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.

Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan. namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.

3. Misteri Kematian

Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri wanta diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedia, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.

4. Alam VS Asuhan

Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan?Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.

5. Pemicu Otak

Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.

John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.

6. Daya Ingat

Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.

7. jam Biologis

Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?

8. Perasaan Dihantui

Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.

9. Tidur

Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.

10. Mimpi

Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com

Src : Merry Magdalena at www.netsains.com

Happy New Year

Posted by: poskoe on: 5 January 2009

WELCOMETONEWYEAR..ONCEYOUDOITYOUCANOTBACKIT..

Apa Kabar Dunia !

Posted by: poskoe on: 5 January 2009

Anda narsis? Profil Anda di Facebook bisa mencerminkan seberapa narsisnya Anda. Kok bisa? Ilmuwan di University of Georgia menyebarkan tes kuesioner kepribadian ke sekitar 130 pengguna Facebook dan menganalisa konten profil mereka. Dari situ bisa diketahui seberapa narsisnya mereka dan tingkat egonya. Hasil detailnya dipublikasikan di edisi Oktober Personality and Social Psychology Bulletin.

narcissus

Narsis Merugikan

Para peneliti mengatakan bahwa jumlah pesan dan postingan di halaman mereka sangat berkorelasi dengan seberapa narsisnya mereka. Pimpinan studi Laura Buffardi Ph.D, mengatakan bahwa ini setara dengan seberapa narsisnya mereka di dunia nyata.

Orang yang narsis di Facebook bisa ditandai dengan tampilan yang glamour pada foto diri utama mereka.

“Kami temukan bahwa orang yang narsis menggunakan Facebook sebagai promosi diri sendiri agar dikenal oleh orang lain,” jelas Buffardi.
Narsisme menghalangi kemampuan seseorang dari relasi pertemanan yang sehat, dan hubungan jangka panjang, menurut rekan Buffardi,  W. Keith Campbell. Di studi terdulu, ilmuwan menemukan bahwa halaman personal Web sangat popular di kalangan kaum narsis, namun bukan berarti semua pengguna Facebook adalah narsis.

“Orang narsis bisa jadi terlihat sangat menarik, tapi mereka biasanya merasa lebih hebat dari rang lain. Mereka suka melukai orang lain di sekitarnya,” ujar Campbell.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.

Src : Merry Magdalena at www.netsains.com


  • None
  • poskoe: Tidak diragukan lagi Kemampuan Tuhan terhadap segala Ciptaannya.. Tuhan Maha Mengetahui..ALLAHU AKBAR.. (jgn pernah meragukan-Nya)
  • aldi: mungkin tuhan itu hanya membeerikan seseuatu dgn kemampuan manusia
  • Города: Привет!!! Не хочешь поучаствовать в уклад города какой довольно ВСЮДУ, разумеется

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.