Posted by: poskoe on: 29 April 2011
Posted by: poskoe on: 19 March 2009

Saat ini masih hangat-hangatnya membicarakan tentang “penusukan” yang dilakukan oleh seorang mahasiswa terhadap profesornya, yang berakhir tragis. Mahasiswa tersebut akhirnya mengakhiri nyawanya. Tapi saya tidak akan membicarakan lebih lanjut tentang kejadian tersebut secara detail. Namun, apa hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini. Mari kita kaji bersama.
IQ, EQ dan SQ
Berprestasi secara akademik sangat identik dengan kecerdasarn intelegensia (IQ = Intelegence Quotiens). Tes ini mengukur intelejensia rasional (digunakan untuk menyelesaikan masalah logikal) dan intelektual, yang sudah diakui bertahun-tahun sejak di awal abad 20. Di masyarakat, kadang-kadang malah ”orang bodoh” sering dikatai dengan IQ jongkok, jika tak paham akan sesuatu. Sebaliknya, seorang orang tua akan sangat membangga-banggakan anaknya jika ber-IQ 200 lebih. Tapi apakah ini cukup?
Ternyata IQ tidaklah cukup untuk menggambarkan kecerdasan. Sejak pertengahan tahun 90-an, Daniel Goleman menjabarkan penemuannya dalam neuroscience dan pschycology tentang pentingnya kecerdasan emosional (EQ = Emotional Quotiens). Malah sekarang ini di prasyaratkan IQ harus dibarengi dengan EQ. Karena EQ menggambarkan hubungan perasaan kita baik berupa empati, motivasi, dan iba dengan lingkungan sekitar.
Namun lebih lanjut, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ = Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2000, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence, Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti dari segala intelejensia. Kecerdasan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Dengan adanya kecerdasan ini, akan membawa seseorang untuk mencapai kebahagiaan hakikinya. Karena adanya kepercayaan di dalam dirinya, dan juga bisa melihat apa potensi dalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangannya. Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu. Intelejensia spiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan tentu saja dengan sang maha pencipta.
Keseimbangan
Jadi, belajar dari saudara kita, prestasi akademik bukanlah satu-satunya tujuan hidup. Tapi bagaimana menyeimbangkan semua sendi-sendi kehidupan, termasuk bersosialisasi bisa berjalan seirama. Sebagai umat beragama, jauh sebelum teori IQ EQ dan SQ, kita pastinya sudah diajarkan bagaimana kita berhubungan dengan sesama manusia, dengan lingkungan dan tentunya dengan maha pencipta. Jangan pernah kita lupa, bahwa masih ada dunia diluar sana. Dunia yang akan membawa kebahagiaan..
Src :
Posted by: poskoe on: 19 March 2009

Perempuan dapat mengetahui perilaku lelaki terhadap hubungan cinta, demikian sebalikanya, hanya dengan melihat wajah mereka. Demikian menurut penelitian terbaru yang memberikan pengertian pada atraktivitas pasangannya.
Kajian yang dilakukan Universitas Durham terhadap 700 partisipan heteroseksual juga menemukan bahwa pria dan perempuan muda mencari hal-hal yang kontradiktif ketika mencari hubungan dengan lawan jenis.
Pria pada umumnya lebih menyukai perempuan yang terbuka terhadap hubungan cinta jangka pendek, namun perempuan biasanya tertarik pada pria yang memiliki potensial supaya dapat memiliki hubungan jangka panjang.
Para ilmuwan mengatakan, bahwa penelitian ini menunjukkan kemampuan orang untuk mempersepsi berdasarkan hubungan yang mereka inginkan. Kajian ini adalah langkah signifikan terhadap pemahaman evolusi pemilihan pasangan hidup, menurut tim riset dari Durham, St Andrews, dan Universitas Aberdeen.
Partisipan ditanyakan untuk menilai atrativitas dan perilaku terhadap hubungan cinta dari lawan jenis, dengan melihat foto wajah. Penilaian persepsi ini kemudian dibandingkan dengan perilaku aktual dari individu di foto, yang dapat ditentukan dengan quosioner. Orang yang di foto semua berada di umur awal 20an.
Menilai Foto
Eksperimen ini menemukan bahwa pria dan perempuan yang mengambil bagian pada umumnya dapat menilai dari foto, siapa yang lebih tertarik pada hubungan cinta jangka pendek. Pada sampel studi pertama dari 153 partisipan, 72 persen dari mereka secara tepat mengidentifikasi perilaku dari foto lebih dari setengah waktu yang diberikan. Bagaimanapun, setelah ditanyakan lebih lanjut, partisipan ternyata tidak selalu yakin dengan penilaian mereka.
Penelitian ini, yang dipublikasi di Evolution and Human Behavior, juga menemukan bahwa perempuan yang terbuka pada hubungan cinta jangka pendek biasanya dilihat oleh lawan jenis sebagai lebih atraktif, walaupun peneliti tidak dapat menentukan lebih lanjut mengapa. Pria yang terbuka terhadap hubungan jangka pendek biasanya ditunjukkan sebagai lebih maskulin, dengan fitur wajah berahang kotak, hidung besar, dan mata yang lebih kecil. Penemuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim Durham, yang menemukan bahwa perempuan melihat pria maskulin sebagai tidak setia dan orang tua yang buruk.
Pengarang utama Dr Lynda Boothroyd dari Departemen Psikologi Universitas Durham berkata: “Hasil kami menunjukkan bahwa, walaupun beberapa orang dapat menilai strategi cinta dari yang lain hanya berdasarkan melihat wajah, mereka juga tidak terlalu yakin terhadap penilaian mereka, karena signal yang tidak jelas. Namun preferensi terhadap berbagai tipe wajah ternyata sangat kuat”. “Ini menunjukkan bahwa impresi awal ini dapat menjadi bagian dari bagaimana kita menilai calon pasangan atau calon musuh, ketika kita pertama kali bertemu dengan mereka. Ini akan memberikan waktu lebih untuk mengetahui orang tersebut, dan setelah mengetahui mereka lebih baik, penilaian dapat berubah sesuai umur’.
Dr Ben Jones, dari Lab riset wajah Universitas Aberdeen, mengatakan “ Banyak dari kajian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dapat menilai orang lain dari wajah mereka, termasuk kesehatan, bahkan sifat tertentu seperti pemalu atau tidak, namun ini adalah kajian pertama yang menunjukkan bahwa orang juga sensitif terhadap signal wajah yang tidak jelas terhadap tipe hubungan romantis yang diinginkan.”
Bukan Hanya Penampilan
Profesor David Perret dan Universitas St Andrews mempertanyakan: “Walaupun wajah dapat memberikan petunjuk pada perilaku hubungan cinta, pria tidak boleh mengasumsikan bahwa hubungan yang diinginkan hanya berdasarkan penampilan belaka, karena pilihan perempuan itulah yang paling penting. Bahkan sebagian besar perempuan berpendapat bahwa pria bertampang playboy sama sekali tidak menarik untuk hubungan jangka pendek ataupun jangka panjang’.
Dalam kajian, partisipan juga ditunjukkan pasangan foto dari pria dan perempuan yang berusia di awal 20an dengan dua perilaku yang berlawanan terhadap hubungan cinta. Partisipan diminta untuk memilih wajah mana yang mereka rasakan dapat lebih terbuka terhadap hubungan jangka pendek, hubungan satu malam, dan ide terhadap seks tanpa cinta.
Mereka juga ditanyakan wajah yang mana menurut mereka yang paling menarik untuk hubungan jangka panjang atau jangka pendek, mana yang lebih maskulin atau feminin, dan mana yang menurut mereka secara umum atraktif.
Penelitian ini didanai oleh Konsil riset medis dan Konsil riset sosio-ekonomi. Diadaptasi dari material yang diberikan oleh Universitas Durham.
Diterjemahkan dari:
Durham University (2008, April 9). Attitudes Towards Sexual Relationships Can Be Judged From Photos Of Your Face. ScienceDaily.
Src :
Posted by: poskoe on: 19 March 2009

Dalam otak manusia terdapat satu triliun sel otak termasuk 100 miliar sel saraf aktif (neuron) dan 900 miliar sel lain yang merekatkan, memelihara dan menyelubungi neuron. Setiap satu dari 100 miliar neuron tersebut dapat tumbuh bercabang hingga sebanyak 20.000 cabang (dendrit).
Cabang yang seperti sebuah pohon ini berfungsi menyimpan informasi. Kehebatan lain: sel otak aktif mampu membentuk koneksi (sinapsis) dengan kecepatan luar biasa (3 miliar per detik!). Koneksi tersebut adalah kunci kekuatan otak. Salah satu cara mempertahankan koneksi yang baik tersebut adalah dengan memperhatikan asupan gizi sehari-hari, berikut adalah sepuluh besar makanan pemacu ingatan:
Sumber: The Great Memory Book by Karen Markowitz and Eric Jensen
Src :
Posted by: poskoe on: 19 March 2009

ALLAHU AKBAR
Ilmu pengetahuan memang menakjubkan..
Mampu menyibak beragam misteri kehidupan. Mencari energi alternatif, mengobati penyakit, menjelajah antariksa, bahkan menciptakan mahluk hidup buatan. Semua keajaiban sains itu membuat kita terheran-heran.
Tapi tidak semua misteri kehidupan bisa dipecahkan. Masih banyak fenomena lain yang belum dapat terjawab oleh ilmu pengetahuan. Livescience.Con mencatat ada 10 fenomena yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Apa saja itu? Mari kita simak. Siapa tahu Anda mau menambahkannya.
Src :
Posted by: poskoe on: 19 March 2009

Sebuah pertanyaan sederhana, kapan Anda terkahir berpelukan dengan orang yang Anda kasihi? Survey menyatakan bahwa hanya 2 dari 10 orang di dunia yang memeluk orang yang dikasihi dengan penuh makna – tidak a la kadarnya. Hal ini tampaknya menjadi beban tersendiri buat Juan Mann dari Sydney, Australia. Dengan bermodalkan sebuah papan bertuliskan Free Hugs ‘nangkring’ di sebuah mall di Sydney. Dibantu dengan berbagai media seperti YouTube dan sebuah band, SickPuppies, yang memasukkan Free Hugs dalam video klipnya, Free Hughs menjadi suatu kegerakan anak muda di dunia. Berangkat dari sebuah ide kecil bahwa setiap orang membutuhkan pelukan. Memang ada betulnya, kita dalam kehidupan dunia modern sudah terbuai dalam segala kesibukan kita hingga mengisolasi diri kita – membuat kita kesepian. Free Hugs Movement, kini merambah ke setiap negara, Taiwan, Korea Selatan, Jerman, Inggris bahkan Belanda.
Menyehatkan
Di Indonesia, gerakan ini mungkin masih sedikit kontroversial karena masalah agama dan budaya setempat. Terlepas dari itu semua, sekelompok mahasiswa Indonesia bersama teman-teman kampusnya baru saja mengikuti kegerakan ini di Arnhem, Belanda. Max E. Mandias, salah satunya, ia mengungkapkan bahwa kegerakan ini adalah kegerakan damai. Sebuah usaha untuk menunjukkan bahwa kita peduli dengan orang lain. Daripada demonstrasi, tawuran, atau mogok makan, sebuh pelukan bias menjadi alternatif yang menarik.
Dari sisi sains, lebih menarik lagi. Karen Gawen dari University of North Carolina-Chapel Hill melakukan serangkaian eksperimen mengenai pelukan. Ternyata sebuah pelukan yang lebih dari 20 detik dalam sehari mampu menyehatkan tubuh. Pelukan menstimulasi stabilisasi metabolisme tubuh dan meningkat hormon oksitosin yang mampu melindungi dari penyakit jantung.
Src : www.netsains.com
Posted by: poskoe on: 19 March 2009

Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.
Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.
1. Kesadaran
Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.
2. Hidup Membeku
Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.
Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan. namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.
3. Misteri Kematian
Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri wanta diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedia, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.
4. Alam VS Asuhan
Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan?Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.
5. Pemicu Otak
Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.
John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.
6. Daya Ingat
Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.
7. jam Biologis
Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?
8. Perasaan Dihantui
Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.
9. Tidur
Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.
10. Mimpi
Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.
Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com
Src :
Posted by: poskoe on: 5 January 2009
WELCOMETONEWYEAR..ONCEYOUDOITYOUCANOTBACKIT..
Posted by: poskoe on: 5 January 2009
Anda narsis? Profil Anda di Facebook bisa mencerminkan seberapa narsisnya Anda. Kok bisa? Ilmuwan di University of Georgia menyebarkan tes kuesioner kepribadian ke sekitar 130 pengguna Facebook dan menganalisa konten profil mereka. Dari situ bisa diketahui seberapa narsisnya mereka dan tingkat egonya. Hasil detailnya dipublikasikan di edisi Oktober Personality and Social Psychology Bulletin.

Narsis Merugikan
Para peneliti mengatakan bahwa jumlah pesan dan postingan di halaman mereka sangat berkorelasi dengan seberapa narsisnya mereka. Pimpinan studi Laura Buffardi Ph.D, mengatakan bahwa ini setara dengan seberapa narsisnya mereka di dunia nyata.
Orang yang narsis di Facebook bisa ditandai dengan tampilan yang glamour pada foto diri utama mereka.
“Kami temukan bahwa orang yang narsis menggunakan Facebook sebagai promosi diri sendiri agar dikenal oleh orang lain,” jelas Buffardi.
Narsisme menghalangi kemampuan seseorang dari relasi pertemanan yang sehat, dan hubungan jangka panjang, menurut rekan Buffardi, W. Keith Campbell. Di studi terdulu, ilmuwan menemukan bahwa halaman personal Web sangat popular di kalangan kaum narsis, namun bukan berarti semua pengguna Facebook adalah narsis.
“Orang narsis bisa jadi terlihat sangat menarik, tapi mereka biasanya merasa lebih hebat dari rang lain. Mereka suka melukai orang lain di sekitarnya,” ujar Campbell.
Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.
Src :